oleh

Gagalkan Pengiriman TKW ke Irak

INDRAMAYU – Dua perempuan calon tenaga kerja wanita (TKW) –sering juga disebut pekerja migran Indonesia (PMI)– yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Irak, berhasil diselamatkan Satreskrim Polres Indramayu. Keduanya adalah Ct (33) warga Desa Tugu Kecamatan Sliyeg, dan Kus (39) warga Desa Sambimaya Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Ct mengungkapkan, ia tertarik untuk berangkat ke Irak karena dijanjikan gaji yang tinggi yaitu 400 US Dollar. Ia mendapatkan informasi adanya lowongan kerja dari salah seorang temannya. Selain itu, Ct juga sudah diiming-imingi dengan DP Rp4 juta dari sponsor sebelum berangkat.

Ct mengaku sudah melakukan medical check up. Namun 15 hari setelah medical check up, ia mendapat informasi dari temannya yang sudah ada di Irak yang mengatakan kalau di sana ternyata dianggap ilegal.

“Setelah mendapatkan informasi itu, saya ingin membatalkan keberangkatan ke Irak. Tapi dari sponsor mengancam saya, dan meminta untuk mengembalikan uang yang Rp4 juta,” beber Ct.

Ct mengaku bingung namun tak bisa berbuat banyak. Ia pun tetap akan diberangkatkan. Namun sebelum berangkat, kendaraan yang ia tumpangi menuju Jakarta tiba-tiba distop polisi. Ct pun akhirnya tidak jadi berangkat, setelah kendaraan yang ia tumpangi bersama Kus (39), calon TKW lainnya, diberhentikan oleh polisi. “Saya menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak dari Polres Indramayu yang telah menyelamatkan kami,” ungkap Kus, di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10).

Selain mengamankan dua korban, Polres Indramayu juga berhasil mengamankan DS (24), pemuda asal Kapetakan Kabupaten Cirebon. Ia adalah orang yang akan mengirim korban Ct dan Kus secara ilegal ke Irak.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki SIK mengatakan pengungkapan perkara ini berawal saat Satreskrim Polres Indramayu dapat informasi adanya calon TKW yang akan dikirim secara ilegal ke Irak. Dari Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu mereka akan diberengkatkan ke Jakarta, dan selanjutnya ke Irak sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Setelah melakukan penyelidikan, terlihat mobil Toyota Altis Nopol D 1014 NL berhenti di depan Puskesmas Pembantu Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. “Saat itu sedang menjemput satu orang perempuan ke dalam mobil dan selanjutnya melaju dengan kecepatan kencang,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Suseno Adi Wibowo.

Setelah dilakukan pengejaran mobil tersebut, katanya hingga dapat diberhentikan di Jalan Raya Sliyeg, Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. “Di dalam mobil dua perempuan akan diberangkatkan ke Jakarta, berikut DS. Kemudian dimintai keterangan, benar dua perempuan tersebut akan diberangkatkan ke Irak,” katanya.

Rencananya, kata Kapolres, calon PMI akan dikirim dari Indramayu dibawa menuju ke Jakarta diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Batam kemudian diseberangkan ke Singapura menggunakan kapal feri.

“Dari Singapura dibawa ke Malaysia dengan menggunakan bus. Kemudian dari Malaysia terbang ke Qatar menuju Erbil-Sulaimaniyah Irak. Mereka diberangkatkan ke Irak menggunakan visa turis,” katanya.

Sementara tersangka DS dijerat Pasal 10 Jo Pasal 4 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO); dan atau Pasal 81 UU RI No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (oet)

 

News Feed