oleh

Santri Diajak Bangun Desa

-Indramayu-586 views

INDRAMAYU- Hari Santri Nasional (HSN) harus dijadikan sebagai momentum bagi para santri untuk ikut berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan daerah.

Hal itu dikatakan Kuwu Ujungaris, H Tatang Tarkilah kepada Radar Indramayu, kemarin (23/10). Dikatakan Tatang, HSN merupakan perhatian luar biasa pemerintah terhadap para santri. Menurutnya, Santri memiliki peranan penting dalam membentuk masyarakat yang patuh terhadap nilai-nilai agama. Apalagi, kata Tatang, saat ini pesantren menjadi pusat pendidkkan di Indonesia bukan hanya pada kegiatan keagaaam saja, namun di bidang pendidikan lainnya, termasuk pendidikan kebangsaan.

“Di setiap desa pasti asa santri yang pesantren di luar atau di dalam daerah. Kembali lagi ke desa untuk mengajarkan nilai-nilai agama pada masyarakat, kita sebagai pemerintah desa butuh peranan santri di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Dikatakan Tatang, peranan santri sangat berjasa saat merebut kemerdekaan bangsa. Sehingga, pantas jika santri di sebut sebagai garda terdepan menjaga keberagaman dan kebangsaan di negara tercinta Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, santri memiliki peranan sangat strategis di tengah-tengah masyarakat ikut membantu program pemerintah desa, menangkal aliran-aliran radikal yang dapat merusak NKRI.

“Banyak kan sekarang yang cenderung menyebarkan kebencian, belum lagi di media sosial bisa berdampak. Peran santri inilah membantu masyarakat lebih mengenal agama Islam yang cinta damai,” ujarnya.

Senada dikatakan Ahmad Zaenudin. Menurutnya, peranan santri semakin diakui pemerintah. Dengan pengakuan ini, santri bisa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara. “Kiprah santri di masyarakat sangat dibutuhkan.

Apalagi, saat ini banyak santri yang menjadi aggota dewan. Peranan mereka di masyarakat tidak sebatas mengajarkan ilmu dan pemahaman nilai agama semata, tetapi santri bisa mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpancing berita hoax di medsos,” ujarnya. (oni)

News Feed