oleh

Pakai Sarung, Bagi Nasi Gratis

INDRAMAYU- Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2019 tidak hanya diperingati oleh keluarga besar pondok pesantren. Sekolah umum milik pemerintah dan swasta juga ikut merayakannya.

Mulai dari mengenakan pakaian khas santri yakni baju koko dengan peci dan sarung juga sampai membagi-bagikan nasi untuk sarapan secara gratis.

Seperti yang terlihat di SMP Negeri 1 Anjatan. Mereka memeriahkannya dengan menggelar beragam kegiatan. Pelajar dan guru SMPN 1 Anjatan mengadakan bakti sosial berupa pembagian sarapan gratis kepada masyarakat. Baksos dihelat usai mereka melaksanakan salat duha dilanjut mengaji Alquran bersama.

Ratusan bungkus sarapan gratis dibagikan kepada warga pejalan kaki serta pengendara yang melintasi depan kampus SMPN 1 Anjatan, Jalan Raya Kopyah.

Mengenakan baju koko dan sarung, Kepala SMPN 1 Anjatan, Muhadi MPd bersama para guru dan pegawai ikutan turun ke jalan mendukung aksi yang digagas para pelajar disekolah favorit wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) itu.

“Peringatan HSN ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Civitas akademika SMPN 1 Anjatan memperingatinya dengan kompak mengenakan baju muslim, dan tahun ini alhamdulillah bisa mengadakan baksos berbagi sarapan gratis,” kata Muhadi.

Menurutnya, pelajar dan guru di sekolah yang dipimpinnya sangat antusias memperingati HSN. Bukan tanpa sebab, mayoritas dari mereka ternyata memiliki keluarga dengan latar belakang santri maupun lulusan pondok pesantren.

Di sisi lain, meski merupakan sekolah umum SMPN 1 Anjatan juga telah lama menerapkan pembelajaran berbasis pondok pesantren. Seperti rutinitas mengaji Alquran, istighotsah, salat duha maupun pesantren intensif yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Setiap momen hari besar Islam, juga selalu diperingati oleh keluarga besar SMPN 1 Anjatan dengan mengadakan lomba-lomba bernuansa Islami.

“Jadi nuansa pesantren juga sudah tidak asing lagi disekolah kami. Kami turut memperingati HSN sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para santri sebagai komunitas pelajar yang turut berjuang di masa kemerdekaan serta komitmen menegakkan NKRI,” tegas Muhadi.

Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) juga dirasakan di SDN Bojongslawi Kecamatan Lohbener.  Yang perempuan mengenakan busana muslimah. Sedangkan yang laki-laki mengenakan peci dan sarung.

Kepala UPTD SDN Bojongslawi, M Syafi’i SPd mengatakan, pihak sekolah secara rutin memperingati hari santri nasional dengan melaksanakan sejumlah kegiatan.

“Ini menjadi agenda rutin SDN Bojongslawi setiap tahunnya dalam memperingati hari santri nasional. Selain pentas kreasi seni Islami seperti qasidah maupun marawis, kami biasanya menggelar pawai ta’aruf dengan berkeliling kampung,” ungkapnya.

Disebutkan Syafi’i, peringatan yang dilaksanakan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial belaka. Lebih dari itu, ia berharap seluruh siswa peserta didik dapat mengambil hikmah dari kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober ini.

“Santri adalah seseorang yang rajin menuntut ilmu keagamaan. Dengan peringatan hari santri, siswa diharapkan akan semakin rajin dalam menuntut ilmu pengetahuan di sekolah, selalu rendah hati serta hormat kepada guru, orang tua maupun orang yang dituakan,” tandasnya.

Yang tak kalah penting, imbuhnya, peringatan hari santri merupakan sarana syiar Islam agar terus menggema. Ia berharap, siswa sebagai generasi muda penerus bangsa mampu merubah stigma dunia luar, yang menyebut agama Islam identik dengan kekerasan. “Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta. Agama yang dipenuhi dengan cinta kasih dan kedamaian,” pungkasnya. (kho/dun)

News Feed