oleh

Dinsos dan BRSKPN Gelar Edukasi Napza

INDRAMAYU-Dinas Sosial Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (BRSKPN) Galih Pakuan Bogor mengadakan kegiatan edukasi Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), di SMK Endang Darma Ayu (EDA) Indramayu, Kamis (10/10) lalu.

Tujuan kegiatan ini diantaranya untuk memberikan informasi dan meningkatkan pemahaman dan wawasan tentang bahaya penyalahgunaan Napza. Selain itu, juga dalam rangka pemberian motivasi sebagai upaya penguatan siswa siswi, terutama untuk menampilkan kegiatan yang positif di lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka.

“Dinas Sosial Kabupaten Indramayu memiliki komitmen untuk menciptakan taraf kesejahteraan sosial bagi sejumlah masyarakat Indramayu. Terutama yang mengalami permasalahan sosial dengan upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan serta keterampilan. Sehingga diharapkan bisa bermanfaat bagi individu, keluarga dan masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan manusia seutuhnya,” terang Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Hj Atu Ikaputri SH.

Menurut Atu, pembangunan kesejahteraan sosial merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial secara individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Yaitu terdiri dari anak terlantar, anak jalanan, anak korban Napza atau anak yang memerlukan perlindungan khusus, dan sebagainya. “Ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Sosial Kabupaten Indramayu,” kata Atu.

Sementara itu, Kepala SMK EDA Erwin Indriasentana SPd melalui Wakasek Darsono SPd mengatakan, pihaknya merasa berterimakasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, dan Galih Pakuan Bogor yang telah mempercayakan SMK EDA untuk menjadi tempat kegiatan serta pelaksanaan Edukasi Napza.

“Ini kegiatan yang sangat positif sekali, dimana apa yang telah diberikan dan disampaikan menjadi motivasi dan bisa dilaksanakan oleh semua siswa siswi SMK EDA. Ini sekolah pertama yang mengadakan edukasi Napza,” terang Darsono.

Sementara itu, Kepala Seksi dan Advokasi Sosial BRSKPN  “Galih Pakuan” Bogor, Kustaman menegaskan, pentingnya edukasi dan sosialisasi bahaya Napza kepada semua, terutama siswa siswi sekolah.

Karena salah satu tugas BRSKP, yang juga menjadi salahsatu misi adalah menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi sosial penyalahgunaan Napza dengan pendekatan multi-intervensi holistik sistematik.

Selain itu juga menyelenggarakan pengkajian pengembangan model layanan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan napza, menyelenggarakan koordinasi dengan instansi terkait, serta melaksanakan penjangkauan penerima manfaaat lintas wilayah dan lintas nasional. “Semoga dengan adanya kegiatan edukasi bahaya Napza, semua bisa terhindar dari narkoba,” ujar Kustaman.

Pelaksanaan Edukasi Napza ini diikuti oleh 150 siswa siswi SMK EDA, guru pendamping dari semua jurusan serta narasumber dari Galih Pakuan Bogor. Pada kesempatan itu juga dibentuk Duta Anti Napza SMK EDA yang beranggotakan 25 orang, dimana tugas mereka untuk mengajak sekaligus memberikan penjelasan kepada rekan, teman, keluarga agar menghindari bahaya narkoba dan sejenisnya. (oet)

News Feed