oleh

Cegah Terorisme, Tim Gabungan Razia Kosan

INDRAMAYU– Aparat gabungan dari Polisi, TNI dan Satpol PP Kecamatan Patrol  menggelar operasi yustisi ke sejumlah kontrakan dan kos-kosan di wilayah hukum setempat, Jumat (11/10).

Razia dilakukan guna antisipasi penyebaran paham radikalisme dan mencegah aksi terorisme. Serta terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Pantuan Radar Indramayu, razia yang melibatkan puluhan petugas itu dimulai sekitar pukul 14.00. Usai Salat Jumat berjamaah, petugas dari Polsek Patrol, Koramil 1614/Anjatan dan Satpol PP berkumpul di masjid komplek kantor Kecamatan Patrol.

Usai briefing, mereka lantas menuju tempat kos-kosan dan kontrakan di Desa Patrol Lor. Petugas mendatangi satu persatu kamar kos-kosan maupun kontrakan, sekaligus memeriksa dokumen kependudukan dari para penghuninya. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) termasuk buku nikah.

“Razia ini merupakan penegakan perda sekaligus merupakan instruksi Polri guna mempersempit ruang gerak para pelaku teror, maupun penyebar paham radikal lainnya,” jelas Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki melalui Kapolsek Patrol, Kompol H Mashudi SH MH.

Menurut dia, Kecamatan Patrol merupakan wilayah strategis yang banyak dikunjungi pendatang mengingat perkembangan ekonomi, perdagangan dan jasanya cukup maju. Karena itu perlu dilakukan razia secara intensif agar seluruh warga pendatang dapat teridentifikasi keberadaan dan aktivitasnya di Kecamatan Patrol.

Kapolsek Mashudi berharap kepada para pemilik kos-kosan, kontarakan dan masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan segala kegiatan yang mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Termasuk mereka yang dicurigai atau berpotensi menyebarkan paham radikalisme.

“Jangan segan-segan laporkan. Selain dengan tiga pilar, kami juga libatkan organisasi kepemudaan dan kelompok masyarakat lainnya agar bersinergi memerangi tindakan radikal,” tegas dia. (kho)

 

News Feed