oleh

SMP Muhammadiyah Jatibarang Tanamkan Cinta Quran pada Siswa

INDRAMAYU- Suara merdu ayat-ayat suci Al-Quran selalu terdengar di lingkungan SMP Muhammadiyah Jatibarang di waktu jam istirahat sekolah. Bukan dari kaset ataupun rekaman, melainkan dari para siswa-siswinya yang melantunkan ayat-ayat suci Alquran menggunakan pengeras suara.

Meski di Indramayu ada aturan bagi sekolah ataupun instansi pemerintahan sebelum melaksanakan kegiatan belajar siswa dipandu mengaji selama 15 menit, tetapi di SMP Muhammadiyah Jatibarang tidak hanya sebelum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di waktu istirahatpun siswanya mengaji.

Kepala SMP Muhammadiyah Jatibarang, M Nurdin Ibrahim SPdI mengatakan, idenya untuk mengadakan program jam istirahat mengaji sudah tercetus sebulan yang lalu, dimana peserta didiknya yang mengaji merupakan siswa dari kelas VII, VIII, dan IX, setiap minggu selalu diacak, sehingga setiap hari merupakan siswa-siswi yang berbeda-beda.

“Sekolah sebelum belajar siswa salat Duha dulu terus mengaji, melihat sudah banyak sekitar 50 persen siswa bisa mengaji Alquran,” ucap Nurdin pada Radar saat disambangi di kantornya, Kamis (10/10).

Dalam waktu istirahat 30 menit, lanjutnya, siswa-siswi SMP Muhammadiyah Jatibarang, mampu membaca ayat suci Al-Quran sebanyak 80 ayat. Melalui program jam mengaji, lanjutnya, pihak sekolah mampu menanamkan peserta didiknya cinta terhadap Alquran, menciptakan generasi qurani, dan mewujudkan pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

Menurut Nurdin, dengan diberikannya program mengaji bagi peserta didiknya, akan berdampak positif bagi perkembangan pendidikan di lingkungan sekolah. Dia yakin, sekolah yang selalu dilantunkan ayat-ayat suci Alquran, dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, memberikan kekuatan spiritual bagi peserta didik dalam menuntut ilmu, dan guru saat memberikan pendidikan kepada anak didik.

“Siswa yang mampu menyelesaikan tadarus ada reward dari sekolah berupa keringanan biaya bulanan, dan gratis biaya ujian. Kedepan sekolah ada program hafalan bagi siswa ketika mengambil rapor, hafalannya surat pendek atau ayat-ayat pilihan, sekolah ingin ketika lulus dari SMP Muhammadiyah ada kenang-kenangan yang positif, mampu membaca dan menghafal Alquran,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Deny Sigit Sulistyo S Pd menuturkan, jam mengaji menjadi sarana sekolah dalam membangun pendidikan karakter di lingkungan sekolah, pelaksanaannya membutuhkan komitmen dari sekolah dan siswa untuk menyukseskan program jam mengaji.

Menurutnya melalui program mengaji ini, dapat membuat kebiasaan baik bagi peserta didik, mampu menumbuhkan minat untuk memahami dan menghafal Alquran. “Sekolah punya program setoran hafalan quran, walau dalam kurtilas tidak ada praktik, tetapi disini ada praktik yang mengedepankan ciri keislaman dari sekolah, mungkin di Indramayu cuma disini yang ada program jam mengaji di waktu jam istirahat,” ujarnya. (oni)

News Feed