oleh

Dorong Swasembada Sapi Jawa Barat

INDRAMAYU-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan SIP MIP lagi merintis pengembangan usaha peternakan sapi potong di wilayah pantura Kabupaten Indramayu. Ia melihat, potensi itu didukung ketersediaan pakan ternak yang melimpah berupa pakan hijauan maupun limbah pertanian, seperti jerami dan bekatul.

Seiring dengan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menggencarkan perkembangan program swasembada sapi melalui kegiatan Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab).

“Sangat potensial sekali. Selama inikan di wilayah timur dan selatan, kita upayakan wilayah pantura Inbar yang sebenarnya ketersediaan pakan ternaknya melimpah. Ditambah lagi dengan program Pemprov Jabar, ini menjadi potensi dan peluang yang harus dimanfaatkan. Kita coba rintis,” terangnya kepada Radar Indramayu, Rabu (9/10).

Rintisan diawali dengan menyalurkan bantuan sebanyak 8 ekor sapi potong dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Kelompok Ternak Sriwijaya IX, Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur.

Bantuan sapi jenis Pasundan yang diterima, diklaim cepat beradaptasi, mudah dikembangbiakkan atau memiliki kemampuan produksi dan reproduksi yang sangat baik, serta mempunyai kualitas daging yang baik.

Menurut anggota dewan dari Fraksi Golkar ini, bantuan ternak sapi potong itu merupakan usulan dari masyarakat yang kemudian dianalisa dan dianggap dapat dikembangkan oleh peternak melalui kelompok tani.

Lewat program ini pula sebagai salah satu upaya memunculkan peternak baru di wilayah pantura Bumi Wiralodra. “Upaya swasembada sapi dari Pemprov Jabar masih terus berjalan. Kita akan upayakan bantuan serupa untuk kelompok ternak lainnya,” kata Hilal yang juga pembina Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Indramayu ini.

Ketua Kelompok Ternak Sriwijaya IX, Kartim (63) mengaku bersyukur dipercaya untuk menerima bantuan ternak sapi dari Pemprov Jabar yang dibantu sepenuhnya oleh Hilal Hilmawan. “Kami ajukan proposal tahun 2018 lalu ke pemerintah desa lalu dilanjutkan ke Mas Hilal Hilmawan. Sekarang bantuan sapi sudah diterima, alhamdulillah,” ucapnya.

Kakek 5 cucu ini juga optimis, upaya pengembangan usaha peternakan sapi potong diwilayah pantura dapat terwujud. Sebab, ketersediaan pakan ternak cukup melimpah yang sepenuhnya mengandalkan pakan hijauan serta limbah pertanian  tanpa ada konsentrat.

Pemeliharaan sapi jenis Pasundan tergolong mudah cukup dikandangkan sehingga tidak menganggu pekerjaan utamanya sebagai petani kebun. “Bisa menjadi usaha sampingan. Makannya tidak rewel, waktu datang masih kurus, sekarang baru sekitar dua mingguan dagingnya sudah berisi, beratnya nambah. Dari 8 ekor dua diantaranya sudah bunting,” ungkap dia.

Sistem pemeliharaan ternak sapi, terangnya, dilakukan bersama-sama dengan anggotanya. Mulai dari mencari pakan ternak sampai pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan pertanian.

“Kami masih belajar terus untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Sementara belajar otodidak, tukar pengalaman dengan yang sudah punya sapi,” tuturnya.

Kartam mendukung niatan Hilal Hilmawan untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong diwilayah pantura. Sepengetahuannya, masyarakat yang fokus pada sapi potong memang belum banyak. Kebanyakan sapi masih digembalakan. Belum ada usaha penggemukan sapi dengan memanfaatkan limbah pertanian.

Senada disampaikan Raksa Bumi Desa Karanganyar, Rasita (34). Dari sebanyak 10 kelompok ternak, hanya Sriwijaya IX yang memperoleh bantuan ternak sapi. Diapun optimis, dengan bantuan yang diberikan dan semangat anggota kelompok ternak, program usaha ternak sapi potong akan berjalan sukses. (kho/adv)

News Feed