oleh

RS Krangkeng Terkendala Alkes

INDRAMAYU-Keberadaan Rumah Sakit (RS) Krangkeng sebenarnya diharapkan bisa menjadi tempat pelayanan kesehatan yang lebih representatif bagi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Indramayu.

Namun sayang, sejak diresmikan satu tahun yang lalu, pasien yang mau berobat justru beralih ke puskesmas. Bahkan, banyak yang memilih berobat ke Cirebon.

“Keberadaan Rumah Sakit Krangkeng masih sepi. Bahkan lebih ramai Puskesmas Krangkeng. Ini tentunya pihak manajeman patut untuk dievaluasi,” ujar H Azun Mauzun, tokoh masyarakat Krangkeng, Selasa (8/10).

Azun juga mempertanyakan kondisi ini. Karena peralatan di dalam rumah sakit sudah ada, dan dibeli dengan biaya miliaran rupiah. Tapi tak kunjung beroperasi. Kalau memang kendalanya soal sumberdaya manusia, tuturnya, mestinya sudah dipersiapkan sejak awal. “Kalau masalahnya adalah persoalan status dan akreditasi, mestinya pihak manajeman rumah sakit siap akreditasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi mengatakan, Rumah Sakit (RS) Krangkeng memang masih mengalami kendala, terutama masalah alat-alat kesehatan (alkes).

Dikatakannya, bicara rumah sakit bukan hanya menyangkut masalah bangunan fisik. Namun lebih dari itu yang juga sangat penting adalah masalah alat-alat kesehatan. Ketika alat-alat kesehatan belum lengkap, tuturnya, maka akan sulit untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

Selain itu, tambah Supendi, masalah tenaga ahli atau spesialis juga menjadi persoalan serius. Karena saat ini keberadaan dokter spesialis masih sangat terbatas. Meski demikian, Pemkab Indramayu secara bertahap terus melakukan pembenahan, agar rumah sakit ini bisa segera beroperasi secara normal. “Yang pasti kita akan terus melakukan pembenahan. Secara bertahap kita anggarkan, termasuk pada tahun 2020 nanti,” tegas Supendi. (oet)

News Feed