oleh

BLK Indramayu Cetak Tenaga Ahli yang Kompeten

BERBAGAI upaya telah dilakukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Indramayu. Salah satunya melakukan pelatihan keterampilan kepada masyarakat Indramayu guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal sesuai bidangnya.

Kepala UPTD BLK Kabupaten Indramayu Asep Kurniawan MPd menyebutkan, sebagai instansi memiliki tugas utama mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), BLK Kabupaten Indramayu memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang besar.

PEMBUKAAN: Kepala Dinas Tenaga Kerja Hj Sri Wulaningsih (tengah)
membuka kegiatan pelatihan berbasis komputerisasi

Yakni mencetak tenaga ahli berkompeten, yang mampu menghadapi tantangan dan persaingan global. “Hingga tahun 2018, terdapat 737 SKKNI dari berbagai bidang keahlian dan keterampilan. 147 bidang diantaranya sudah bisa diujikan di BLK Kabupaten Indramayu,” tuturnya kepada Radar Indramayu di ruang kerjanya, belum lama ini.

Bidang pelatihan yang telah dijalankan UPTD BLK Kabupaten Indramayu, lanjut Asep, diantaranya adalah pelatihan las, teknik otomotif, teknik komputer, teknik pendingin serta pelatihan garmen dan pelatihan pekerja domestik.

KO MPETENSI: Ratusan peserta mengikuti pelatihan kerja berbasis komputerisasi
di BLK Dinas Tenaga Kerja Indramayu.

“Semua bekerja sama dengan BB PLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Bandung. Anggarannya bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” imbuhnya.

Untuk menciptakan tenaga kerja terampil siap pakai, UPTD BLK Kabupaten Indramayu bahkan harus jemput bola hingga pelosok desa. Dengan program Mobile Training Unit (MTU), ia berharap, akan semakin banyak tenaga kerja asal Kabupaten Indramayu yang kompeten serta memiliki keahlian dan keterampilan di bidangnya masing-masing.

“Bagi masyarakat yang berminat, silakan mengirimkan pengajuan kepada BLK Indramayu melalui pemerintah desa setempat. Kami akan fasilitasi instruktur profesional serta perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan selama pelatihan,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai kantong buruh migran Indonesia (BMI), pelatihan keterampilan dan keahlian BMI asal Kabupaten Indramayu hingga kini masih belum tergarap secara optimal. Tak heran, lebih dari 80 persen BMI asal Kabupaten Indramayu bekerja pada sektor informal.

“Hal ini yang tengah kita garap, agar mereka memiliki keahlian dan keterampilan yang kompeten untuk berkerja pada sektor formal. Dan kita telah bekerja sama dengan BLKLN (Balai Latihan Kerja Luar Negeri) dan sejumlah PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) untuk menggenjot rasio tenaga kerja sektor formal dengan negara tujuan Asia Timur dan Eropa,” jelasnya.

Namun, semuanya bukan tanpa hambatan. Selain kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat, UPTD BLK Kabupaten Indramayu juga terkendala minimnya tenaga instruktur profesional serta sarana dan prasarana pelatihan yang representatif.

“Khusus untuk sarana dan prasarana, alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Indramayu akan mengucurkan bantuannya di tahun 2020 mendatang. Dengan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten di bawah kepemimpinan Pak Supendi, kami yakin BLK Indramayu akan mampu mencetak tenaga-tenaga ahli serta tenaga kerja terampil dan profesional yang berkompeten dan mampu menghadapi persaingan global,” katanya. (dun)

News Feed