oleh

Desa Bugel-Bunderan Jeruk Rawan Penjambretan

INDRAMAYU – Sempat redup, aksi penjambretan kembali terjadi di jalur pantura Sukra. Kali ini korbannya, pasangan suami istri (pasutri) warga Kebondanas, Kabupaten Subang. Keduanya masih trauma mengingat kejadian yang hampir saja merenggut nyawa mereka. “Ya masih trauma. Apalagi istri saya, shock berat kalau ingat kejadian dijambret kemarin,” kata Budi, kepada Radar Indramayu, Jumat (4/10).

Dia mengaku dijambret pada Kamis malam (3/10) sekitar pukul 22.00 di jalan raya Pantura Sukra tepatnya di depan kantor Desa Sumuradem Timur. Saat itu pasutri yang membuka usaha warung makan di Desa Jangga, Kecamatan Losarang tersebut dalam perjalanan pulang ke kampung halaman Kebondanas, Subang.

Dalam perjalanan dari arah Cirebon menuju Jakarta, Budi terpaksa mengurangi laju sepeda motor Yamaha Mio Z lantaran arus lalu lintas padat. “Di depan ada truk gandengan, dibelakang bus malam. Motor saya bawa pelan. Pas pada saat itulah, dari sebelah kiri tiba-tiba muncul motor warna hitam yang dibawa seorang lak-laki mengenakan penutup mulut dan jaket warna hitam,” tuturnya.

Dalam gerak cepat, dia lalu menarik paksa tas yang digantung di bahu istrinya. Terjadi tarik menarik yang membuat sepeda motornya oleng. Budi mencoba mengendalikan sepeda motornya khawatir terjatuh. “Tas kecil yang ada di istri saya ketarik, pelaku kabur. Baru sadar dijambret, kita gak sempat ngejar,” ujarnya.

Budi lebih memilih meminggirkan motornya sembari menenangkan istrinya yang terus berteriak histeris. Setelah itu, dia berputar balik menuju kantor Polsek Patrol untuk membuat laporan.

Kendati kehilangan barang berharga seperti handphone, uang tunai dan surat berharga, dia mengaku bersyukur nyawanya dan istrinya masih selamat. “Itu waktu pas tas ditarik istri dan saya terjatuh waduh, bisa koit (tewas, red) dilindas mobil yang di belakang,” ucapnya.

Belakangan diketahuinya, jika jalur di wilayah perbatasan Kecamatan Patrol dan Sukra itu memang rawan penjambretan. Lokasi itu menjadi momok menakutkan bagi warga terutama kaum perempuan yang menjadi korban penjembretan. Hingga kini, beberapa korban masih merasakan trauma.

Berbagi pengalaman, pengendara sepeda motor khususnya kaum wanita disarankan untuk berhati-hati saat melintas kawasan tersebut. Terlebih dalam beberapa pekan terakhir ini aksi penjambretan kerap terjadi. “Dari jalan raya Desa Bugel sampai bunderan Jeruk itu lokasi rawan jambret,” sebut Adi, mengingatkan.

Dia menduga, pelaku sudah mengenal betul wilayah kerjanya. Penjambret biasanya beroperasi saat jam berangkat dan pulang kerja atau situasi jalan raya sedang lengang.

Sebelum menjambret pelaku mengamati satu persatu pengendara roda dua yang melintasi jalan raya. Setelah menemukan mangsa, penjambret akan membuntuti dari belakang. Kemudian mereka akan memepet korbannya. “Sampai sekarang belum ada penjambret yang ketangkep,” tandasnya. (kho)

 

 

 

News Feed