oleh

Kemarau, Petani Tadah Hujan Beralih Tanam Cabai

INDRAMAYU – Musim kemarau tak membuat petani di Kecamatan Gantar keder. Di tengah keterbatasan air pasca musim panen gadu, mereka ramai-ramai beralih bertanam cabai. Penanaman serentak budidaya cabai varietas alas itu dilakukan oleh para petani di Desa Gantar, Mekarjaya dan Situraja.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Gantar, Hadi Joko Pramono SE menyebut, terdata seluas 100 hektare sawah tadah hujan yang ditanami cabai. Tiga desa ini memang merupakan sentra produksi cabai di Kabupaten Indramayu.

“Ada sekitar 100 hektare lebih yang digarap. Karena memang petani di tiga desa itu sudah terbiasa melakukan budidaya cabai setiap musim kemarau seperti ini setelah panen padi gadu,” kata dia kepada Radar Indramayu, kemarin (27/9).

Ditambah lagi, lahan pertanian padi seusai panen, mendukung untuk pertumbuhan cabai. Hal ini disebabkan karena jerami dan batang-batang padi yang sudah busuk bisa menjadi pupuk dan menyuburkan tanah untuk tanaman cabai.

Ditambahkan Joko, selain pertanian padi, tanaman agribisnis terbukti menjadi potensi kedua yang bisa menambah pendapatan bagi para petani di wilayah Kecamatan Gantar.

Potensi ini didukung pula oleh karakteristik para petani Desa Gantar yang dikenal ulet, pekerja keras dan cerdas. Tuntas musim panen padi gadu, mereka tidak malah menganggur.

Sembari menunggu waktu MT Rendeng berikutnya, mereka ramai-ramai mengkonversi lahan persawahan menjadi lahan pertanian tanaman cabai dengan mengandalkan sumber air dari sumur pantek.

Kuwu Desa Gantar, Manan menambahkan, dari luas 100 hektare tanaman cabai itu, sekitar 50 hektarenya berada di desanya. Hasil panen cabai petani Desa Gantar mampu menembus Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang. (kho)

 

News Feed