oleh

Hari Tani Nasional, Demonstran Tolak RUU Pertanahan

INDRAMAYU-Bertepatan dengan Peringatan Hari Tani Nasional, Selasa (24/9), ribuan massa dari Serikat Tani Indonesia (STI) dan Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Indramayu menggelar aksi unjuk rasa, di depan Gedung DPRD Indramayu.

Aksi berjalan dengan damai, di bawah kawalan personal Polres Indramayu yang dipimpin Kapolres AKBP M Yoris MY Marzuki SIK. Massa pendemo sepakat untuk menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan.

Demonstrasi dilakukan dengan aksi longmarch dari kawasan Sport Center ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu. Di sana mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, dengan cara orasi secara bergantian.

Aksi unjuk rasa itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Polisi pun sempat melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk memecah kemacetan. Jalan menuju kantor DPRD ditutup selama beberapa jam. Pengguna jalan pun terpaksa menggunakan jalur alternatif, melalui Jalan Olahraga.

Kedatangan massa di depan Gedung DPRD Indramayu disambut langsung oleh pimpinan dan anggota DPRD Indramayu. Tampak Ketua DPRD H Syaefudin SH, Wakil Ketua DPRD Muhamad Solihin SSosI dan H Sirojudin, serta sejumlah anggota DPRD seperti Anggi Noviah, Drs H Haryono MSi, Abdul Rojak dan yang lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syaefudin mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh massa yakni seputar polemik RUU Pertanahan. Dia pun mengakui, siap menampung tuntutan yang disampaikan oleh massa pendemo. Terlebih, Indramayu merupakan lumbung pangan nasional yang harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. “Harus ada solusi bagaimana menentukan kebijakan perlindungan bagi para petani,” ungkapnya.

Syaefudin menegaskan, DPRD Indramayu bukanlah penentu kebijakan terkait RUU Pertanahan. Untuk itu, DPRD akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut agar bisa tersampaikan kepada pemerintah pusat.

Usai melakukan aksi, massa pendemo sempat berhenti di depan Mapolres Indramayu. Di Mapolres, ternyata pendemo disambut langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Yoris Marzuki SIK.

Di luar dugaan, Yoris memberikan nasi tumpeng sebagai ucapan selamat Hari Tani tahun 2019. Selepas dari mapolres, massa pun segera membubarkan diri pulang ke rumahnya masing-masing.

Koordinator Aksi, Mujahid menuturkan, inti dari demo tersebut adalah menanggapi kontroversi dari RUU Pertanahan. Massa pun sepakat untuk menolak RUU Pertanahan. Sebab RUU tersebut dinilai tidak memihak kepada rakyat terutama para petani. “Masih banyaknya perampasan sumber-sumber agraria atas nama pembangunan dengan tidak mengindahkan hak rakyat di dalamnya,” ungkapnya.

Sejauh ini, petani hanya diberikan pilihan kemitraan yang diajukan oleh pemerintah dan dinilai tidak menguntungkan mereka. Mujahid pun mengapresiasi respon positif dari para anggota dewan yang bersedia menemui mereka secara langsung.

Menurutnya, hal itu merupakan bentuk dukungan bagi kesejahteraan para petani khususnya yang ada di Kabupaten Indramayu. Dia pun memberi apresiasi terhadap pihak keamanan yang telah mengawal demo tersebut.  “Terima kasih atas perhatian Pak Kapolres,” ungkapnya. (oet/dun)

News Feed