oleh

Lestarikan dan kenalkan Kuliner Pecak Bocah Angon

-Indramayu-601 views

INDRAMAYU РUntuk menghidupkan kembali seni dan budaya tradisonal, di Kabupaten Indramayu, terutama kuliner khas pecak bocah angon, Komunitas Sapujogan  menggelar Festival Kuliner Pecak Bocah Angon, Jumat (20/9).

Bertempat di Sanggar Sapujogan, Desa Kliwed, festival kuliner pecak bocah angon (gembala), merupakan kuliner tradisional yang mengalami kepunahan ditelan zaman.

Dikatakan, Komunitas Sapujogan Cecep, pecak bocah angon merupakan kuliner yang sudah hampir punah, bahkan sudah tidak ada lagi di Indramayu. Menurutnya kuliner pecak bocah anggon merupakan kuliner khas Indramayu, yang melambangkan hidup masyarakat desa, yang makan menggunakan lauk seadanya, namun menyehatkan tubuh.

“Sapujogan berupaya untuk mengenalkan kembali kuliner tradisional Indramayu yang sudah punah, pecak bocah angon inilah, yang sedang kita kenalkan kembali ke masyarakat terutama anak-anak genarasi saat ini,” ucap Cecep pada Radar Indramayu.

Dikatakan, Cecep pecak bocah angon sendiri adalah kuliner yang dulu dipopulerkan anak-anak gembala dalam bahasa lokal menyebutnya bocah angon, yang dalam kesehariannya menggembala kambing, dan ternak lainnya. Dimasaknya pun hanya menggunakan bahan seadanya, ikan yang didapat langsung dari sungai.

“Alat memasak seadanya, ikan dari sungai hanya dibakar. Dan, bahan untuk dijadikan pecak hanya bumbu dapur saja tanpa campuran bahan pengawet ataupun pemanis buatan. Tapi nikmat gitu, terutama lebih sehat dikonsumsi karema tanpa campuran pemanis buatan atau bahan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, sesepuh Kliwed Ruyati (63) mengungkapkan, pecak bocah angon bukan kuliner asing baginya. Bahkan sejak kecil, dia terbiasa membuat pecak bocah angon. Namun seiring kemajuan zaman, seakan tidak ada lagi kuliner khas pedesaan. Padahal menurutnya pecak bocah angon sebelumnya makanan favorit anak-anak gembala, yang kesehariannya bergembala di ladang.

“Saat gembala ini, biasanya lapar, dari rumah hanya bawa bumbu sambel seadanya seperti cabai, bawang, dan trasi, bahan utama ikan cari di sungai. Cara masaknya dibakar tidak digoreng,” ujarnya.

“Jangan heran orang-orang dulu di usia senja lebih sehat dari sekarang, dilihat dari pola makan, dulu benar-benar tanpa minyak goreng, apalagi menggunakan pemanis buatan. Sekarang semuanya serba buatan, dan pasti gunakan minyak goreng,” imbuhya. (oni)

 

News Feed