oleh

Ruang Dapur Ambles Warga Terpaksa Masak di Teras Rumah

INDRAMAYU– Akibat ruang dapur ambles bersama dengan tanggul Cimanuk, Entin (40), warga RT 09/10 Blok Rengaspayung Desa Kertasemaya terpaksa menggunakan teras depan rumahnya untuk memasak dan menaruh perlengkapan dapur lainnya.

Selama lebih dari satu bulan, Entin harus memasak di luar rumah, mencuci barang-barang dan perlengkapan dapur yang dipakai.

Dikatakan Entin, dirinya terpaksa menggunakan teras depan rumah untuk kegiatan memasak, di karenakan tidak ada tempat lain yang dapat digunakan pasca dapur rumahnya ambles terkena imbas tanggul Sungai Cimanuk yang terus mengalami penurunan hingga sekarang.

“Ada dua bulan sih. Masak, bersihkan perlengkapan ya disini, dapurnya sudah tidak ada lagi, pindah di dalam tidak ada ruangan lagi,” ucap Entin kepada Radar Cirebon, Selasa (17/9).

Entin mengaku terpaksa melakukan kegiatan itu, meskipun tidak nyaman menggunakan teras depan yang hanya ditutupi terpal untuk melindungi saat memasak dari terik panas dan hujan. “Pernah masak di dalam, cuma sesak dan tidak nyaman, jadi keluar lagi daripada ganggu aktivitas di dalam rumah,” ujarnya.

Selain itu, Entin pun sudah memasang terpal di sekeliling rumahnya yang dekat tanggul, guna mengantisipasi datangnya musim penghujan.

“Terpal terpasang di bangunan samping rumah, kemarin malam kan hujan. Walau cuma gerimis, takut air hujan basahi tanah pondasi rumah, bisa-bisa rumah saya amruk, apalagi pembuangan air hujan dari jalan jatuhnya akan kesini semua,” imbuhnya.

Entin bersama warga lainnya berharap, sebelum musim penghujan tanggul dapat segera di perbaiki. Karena, warga Blok Rengaspayung was-was di saat tiba musim penghujan, curah hujan tinggi dapat memperparah dampak tanggul amblas, dan berimbas pada pemukiman warga.

Warga lainnya, Udin mengatakan, belum jelasnya penanganan tanggul membuat warga semakin resah karena segera tiba musim penghujan.

Menurutnya, pihak BBWS pernah meninjau tanggul tapi baru sebatas melakukan survei. “Hanya sebatas meninjau saja, padahal yang kami inginkan kepastian kapan diperbaiki, karena urusannya mengancam keselamatan warga di pantura,” tandasnya. (oni)

News Feed