oleh

Rawu Pedagang Mainan Sisingaan Mini Omzet Rp500 Ribu/Hari, Semangat dan Kreativitasnya Layak Ditiru

-Indramayu-588 views

INDRAMAYU-Anda masih muda tapi tak bisa berkarya? Anda pantas malu pada sosok Pak Rawu (73), seorang kakek asal Desa Tanjungpura Kecamatan Karangampel. Siapa dia dan apa aktivitasnya?

Jika kita melintas dari Indramayu menuju Cirebon, di jalur Jalan Dampoeawang Karangampel, atau tidak jauh dari Pasar Karangampel, kita akan melihat sejumlah pedagang menjajakan dagangannya dibawah pohon rindang, sisi kiri jalan. Salah satu diantara pedagang tersebut adalah Pak Rawu (73). Lelaki yang satu ini menjajakan mainan anak-anak sejenis Sisingaan Mini.

Warna-warni Sisingaan Mini tampak berderet dengan warna khas merah menyala. Sehingga akan menarik perhatian siapapun yang melintas. Mereka akan mendatangi Pak Rawu, sang penjual. Lalu melakukan transaksi setelah mencapai kesepakatan harga.

“Harganya bervariasi. Untuk yang besar Rp200 ribu satu buah, dan yang lebih kecil Rp100 ribu,” ungkap Pak Rawu, saat ditanya tentang harga mainan yang ia jual.

Menariknya, barang-barang yang ia jual ternyata merupakan hasil karya sendiri. Pak Rawu pun selalu membawa peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Proses pembuatan Sisingaan Mini diawali dengan membuat kerangka dari bahan kayu. Selanjutnya, kerangka yang telah terbentuk langsung dilapisi kain wol, dan pada bagian muka dipasangi topeng singa.

Pak Rawu mengakui, penghasilan yang diterima dari berjualan Sisingaan Mini setiap harinya tidak sama. Namun, menurutnya, setiap hari selalu ada yang beli hasil karyanya. Bahkan ia pernah dalam sehari mampu menjual 5 hingga 6 buah Sisingaan Mini. Dengan harga jual minimal Rp100 ribu, maka Pak Rawu sehari mampu meraih omzet Rp500 ribu.

Pak Rawu menjelaskan, ia bisa membuat mainan Sisingaan Mini setelah belajar dari sang mertua di Purwakarta. Menurutnya, dulu ia pernah diajari mertua tentang cara-cara membuat mainan Sisingaan Mini. Namun karena tidak ada jodoh, Pak Rawu memilih kembali ke desanya di Desa Tanjungpura Kecamatan Karangampel.

Waktu masih muda, ia mengaku bekerja di sawah sebagai buruh tani. Di ujung usia dimana kekuatan fisik semakin menurun, Pak Rawu memilih untuk berkreasi. Membuat sendiri mainan Sisingaan Mini, dan menjualnya sendiri.

Setiap hari ia menjajakan daganyannya di pinggir jalan. Kadang ia juga memburu tempat keramaian untuk berjualan. Seperti di arena pasar mingguan di desa-desa, atau di acara-acara tradisionel seperti nadran atau ada orang hajatan. (Oet)

News Feed