oleh

Produksi Beras Organik Masih Rendah

-Headline-344 views

INDRAMAYU– Panen padi organik sangat memuaskan Kelompok Tani (Poktan) Sri Makmur 3 yang berada di Desa Krasak Kecamatan Jatibarang. Mereka bisa memanen padi sebanyak 7,8 ton dalam satu hektare lahan sawah.

Ketua Poktan Sri Makmur 3, Ayi Sumarna SP mengatakan, panen perdana hasil pengolahan dan pemeliharaan yang sepenuhnya organik, merupakan langkah komunitasnya untuk mendapatkan sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), Indonesian Organic Farming Certifivation (Inofice).

“Sedang diupayakan mendapat setifikat organik dari Inofice ada 20 hektare di lahan Poktan Sri Makmur 3, yang semuanya itu sepenuhnya mulai pengolahan tanah sampai pemeliharaan 100 persen organik,” ungkap Ayi, Minggu (15/9).

Dikatakan Ayi, permintaan beras organik yang selalu meningkat, membuatnya harus menyiapkan stok agar tidak kekurangan bahan beras organic. Menurutnya, produksi beras organik di Kabupaten Indramayu masih rendah dan terbatas, karena tidak semua kelompok atau petani bergerak pada budi daya tanaman padi yang ramah lingkungan.

“Mungkin hanya kita saja yang bergerak di bidang pengolahan pangan secara ramah lingkung, sekarang mulai perlakuannya organik semua. Kebetulan saya juga punya komunitas organik juga sudah 6 tahun bergerak di bidang organik,” ujarnya.

Sedangkan untuk permintaan beras organik perbulan, dijelaskan Ayi, Poktan Sri Makmur 3 mampu menghabiskan 10 hingga 15 ton yang dipasarkan secara online ke wilayah Pasar Rebo, Pulogadung, Jakarta Timur, Pulogebang, Tanggerang Selatan, dan Bogor.

“Permintaan lebih banyak wilayah Jakarta, harga Rp12.000-15.000 per kilogramnya. Sertifikat organik kita sudah dapat dari Inofice, mudah-mudahan dengan sudah diperoleh sertifakat ini, pengembangan beras organik bisa semakin meluas, dan makin banyak petani Indramayu yang mulai merambah memproduksi padi organik,” tukas Ayi.

Sementara itu, Perwakilan Litbang Kementan, Sukma R mengatakan, komitmen yang sudah dibangun Poktan Sri Makmur 3 yang sudah 6 tahun menggeluti pengolahan tanaman pangan secara organik, perlu mendapat apresiasi.

Menurutnya, saat ini daya beli beras organik di sebagian masyarakat sudah mengalami peningkatan. Hal itu, membuat permintaan beras organik memgalami peningkatan. Sehingga bisa menjadi peluang bagi kelompok-kelompok tani untuk mulai merambah ke produksi pangan organik.

“Padi organik harus terus dikembangkan, pemerintah juga terus mendorong semua pihak dari pusat sampai bawah mewajibkan  penggunaan pupuk organic,” terang Sukma.

Lebih lanjut, dikatakan Sukma, tersertifikatnya Poktan Sri Makmur 3, pada lembaga sertifikasi organik Indonesia bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.

“Ketika sudah memperoleh sertikat organik dari lembaga sertikat pengan organik dari Inofice, ya terjamin kualitas produknya, masyarakat semakin percaya,” ujarnya. (oni)

News Feed