oleh

Tolak Pembongkaran Gedung Eks Landraad

-Headline-544 views

INDRAMAYU – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu menolak keras rencana pembongkaran gedung eks Landraad (Pengadilan), yang berada di samping alun-alun dan dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1912.

Gedung yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Indramayu ini sudah terigistrasi dalam Cagar Budaya Nasional Dirjen Kebudayaan RI, dan sudah ditetapkan dalam inventarisir bangunan Cagar Budaya dan di-SK-kan oleh Bupati Indramayu.

“Kami dari Tim Ahli Cagar Budaya menolak keras kalau gedung tersebut akan dibongkar,” kata Dedi Setiono kepada Radar Indramayu, Jumat (13/9).

Dikatakan, gedung eks Landraad ini bisa digunakan untuk kegiatan perkantoran dengan syarat harus terlebih dahulu dilakukan konservasi terhadap bangunan tersebut. Meski demikian tidak harus membongkar kerangka aslinya.

Bila memungkinkan, gedung eks Landraad dapat dijadikan museum yang dapat mengangkat nilai wisata dan edukasi bagi masyarakat. Semisal dibangun untuk museum mangga karena Indramayu dikenal sebagai kota mangga.

Atau museum bahari karena Indramayu secara geografis berada di pesisir, yang memiliki kearifan lokal dalam tradisi pembuatan perahu yang memiliki teknik berbeda dengan daerah lainnya.

Dedi menjelaskan, eks gedung Landraad adalah bukti sejarah kekejaman pemerintah Hindia Belanda. Tempat ini adalah bekas pengadialan negeri yang dibangun penjajah untuk menghakimi masyarakat pribumi yang tidak taat pajak dan melanggar hukum.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu, Tinus Suprapto menambahkan, eks Gedung Landraad Indramayu sudah resmi tercatat ke dalam situs cagar budaya.

“Perlindungan terhadap bangunan tersebut juga memiliki kekuatan hukum, yaitu UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Poin Cagar Budaya, dan SK Bupati tentang Inventarisir Cagar Budaya,” kata Tinus. (oet)

News Feed