oleh

Rumah Zakat Tegalurung Berdayakan Lansia

-Headline-391 views

INDRAMAYU– Rumah Zakat Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu memberdayakan lansia untuk lebih aktif dan produktif.

Salah satu kegiatannya membuat ecobrick, saat wartawan koran ini menyambangai di base camp Rumah Zakat, Blok Sampit, Desa Tegalurung, Jumat (13/9). Terlihat beberapa lansia tengah memasukkan sampah-sampah plastik ke dalam botol plastik.

Relawan aspirasi, Rumah Zakat Tegalurung, Lastri Mulyani mengatakan, program rumah zakat yang di kelolahnya berfokus pada program pemberdayaan yang direalisasikan melalui empat rumpun. Yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

“Empat rumpun program pemberdayaan di rumah zakat Tegalurung sudah berjalan semua. Saya juga bentuk rumah lansia, yang khusus untuk memberdayakan lansia,” ucap Lastri pada wartawan saat kegiatan melatih lansia membuat ecobrick.

Lastri menjelaskan, semula pihaknya hanya sebatas melaksanakan program cek kesehatan bagi lansia, namun selama melaksanakan kegiatan tersebut tidak ada hal yang baru yang dapat dilakukan para lansia. Apalagi lansia yang hanya diam di rumah tidak ada kegiatan akan semakin menurunkan kesehatan mereka.

“Melihat tidak ada perubahan signifikan yang menunjang kesehatannya, maka saya adakan senam lansia. Dan sekarang agar lansia tidak hanya aktifitasnya diam di rumah saja, kita latih keterampilan pembuatan ecobrick,” ujarnya.

Melihat peningkatan produktivitas para lansia yang semakin meningkat, Rumah Zakat Tegalurung membuat rumah lansia yang bertujuan memberdayakan para lansia yang bergabung. Yang dalam kegiatannya lansia benar-benar diajak lebih sehat, aktif dan produktif, dengan tagline rumah lansia, lansia berdaya dan sejahtera.

“Ada 50 lansia yang rumah zakat bina, dalam kegiatan khusus lansia ada cek kesehatan, senam lansia, sedekah sampah, dan sedekah sampah ini akan diolah menjadi ecobrick yang bernilai ekonomis,” terangnya.

Ecobrick sendiri adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat. Bertujuan untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

“Ecobrick hasil karya lansia dibikin kursi, sehingga sampah plastik dan botol yang tadinya dijual harganya murah, ketika sudah diolah jadi ecobrick harganya lebih meningkat. Dan, nilai jualnya juga lumayan, dan hasilnya pun untuk mereka juga,” beber Lastri.

Sementara itu, Darinih (76) mengaku selama mengikuti program rumah zakat di rumah lansia, banyak perubahan pada dirinya. Dia menjadi lebih aktif di usia senjanya, dan bisa berinteraksi dengan lansia lainnya. “Bisa bertemu ngobrol bersama. Beda dengan saat di rumah hanya duduk-duduk saja. Saya bisa lebih aktif lagi,” ujarnya. (oni)

 

News Feed