oleh

Kontraktor Lepas Tangan, Pedagang Pasar Karangampel Resah Kios Mau Dibongkar

-Headline-632 views

INDRAMAYU – Puluhan pedagang Pasar Daerah Karangampel, Kabupaten Indramayu, resah menyusul rencana penggusuran kios tempat mereka berdagang. Keresahan itu muncul setelah mereka menerima surat pemberitahuan mengenai pembongkaran kios Pasar Karangampel.

Surat tertanggal 9 September 2019 itu memiliki kop surat yang mencantumkan nama salah satu perusahaan kontraktor.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa pembongkaran Pasar Daerah Karangampel Indramayu akan dilakukan pada 15 September 2019. Oleh karena itu, pedagang diminta untuk mengosongkan kios yang saat ini mereka tempati.

Di surat itu juga tertulis bahwa pengadaan konstruksi Pasar Karangampel 2019 berasal dari dana APBD (Bantuan Provinsi 2019) untuk membangun kios pasar, taman pasar, dan area parkir. Selama pembangunan pasar itu berlangsung, pedagang harus mencari lahan untuk tempat jualan masing-masing.

Salah seorang pedagang penggilingan daging bakso di Pasar Karangampel, Masnun mengaku sangat resah menerima surat tersebut. Pasalnya, dia dan para pedagang lainnya diharuskan mencari lahan sendiri untuk berjualan. “Untuk sementara saya tidak tahu harus pindah kemana, katanya suruh mencari tempat sendiri-sendiri,” ungkap Masnun.

Masnun mengatakan, sebelum pembongkaran dilakukan, seharusnya pihak kontraktor menyediakan lahan untuk relokasi. Dengan demikian, pedagang tidak kehilangan mata pencaharian mereka.

Salah seorang pedagang lain, Masino, mengaku kecewa dengan rencana pembangunan untuk perluasan pasar tersebut. Dia menilai, Pasar Karangampel yang baru dioperasikan beberapa tahun lalu tidak memiliki perencanaan tata ruang yang baik. Dia juga mengaku sudah menghadap kepala Disperindag bersama sejumlah pedagang lainnya, untuk meminta agar tidak dilakukan pembongkaran dulu.

“Saat itu pak kepala dinas bilang  akan menunda pembongkaran, sampai ada tempat relokasi sementara. Tapi sekarang kita malah menerima surat, terkait rencana pembongkaran kios yang akan dilakukan tanggal 15 September,” ungkapnya kesal.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Indramayu, Trisna Hendarin, saat hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya, tidak berada di tempat karena sedang mengikuti kegiatan bimtek di Jogjakarta. Begitu pula dengan Sekda Kabupaten Indramayu, Rinto Waluyo, juga sedang mengikuti bimtek di kota yang sama. (oet)

News Feed