oleh

Anemia Kronis, ABK asal Indramayu Meninggal

-Headline-4.740 views

INDRAMAYU- Jenazah anak buah kapal (ABK) Kapal Taiwan, Andi Y (22), warga Desa Panyingkiran Lor Kecamatan Cantigi yang meninggal akibat menderita anemia kronis saat berlayar menuju Benua Afrika, tiba di rumah duka, Senin (9/9) malam, sekitar pukul 23.45 WIB.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Radar Indramayu, diketahui alm Andi Y (22) meninggal dunia pada tanggal 10 Juli 2019, menjadi ABK di kapal berbendera negara Taiwan yang berlayar menuju negara Benua Afrika, korban meninggal saat kapal berlayar dan bermuara di Pelabuhan Dakar Senegal.

Berdasarkan keterangan keluarga, Wartono, alm Andi bekerja sebagai ABK di kapal layar, pada bulan April menggunakan Paspor C3912816 yang dikeluarkan oleh kantor Imigrasi Cirebon.

Pihaknya tidak menyangka jika keponakannya itu meninggal saat bekerja di kapal layar, yang baru pertama kali bekerja keluar negeri menjadi ABK.

“Berangkat pada bulan April, kalau mulai bekerja di kapal layar pada bulan Mei. Informasinya baru bekerja beberapa Minggu sakit. Selama sakit dalam perjalanan, hanya beristirahat dan ingin pulang saja,” kata Wartono.

Pihaknya pun tidak menyangka keponakannya meninggal terlebih dulu sebelum sempat pulang ke rumah. “Jelas keluarga terpukul, berdasarkan keterangan hasil pemeriksaan hasil otopsi karena menderita anemia kronis,” ujarnya.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki melalui Kapolsek Cantigi Iptu Heryanto, membenarkan ada ABK yang meninggal saat melakukan pelayaran dari Taiwan ke Benua Afrika. Berdasakan keterangan di lapangan, kata Heryanto, alm Andi Y meninggal karena menderita sakit anemia kronis.

Hal itu, sebutnya, diperkuat berdasarkan surat keterangan dari Hospital Le Dantec Dakar pada 2 September 2019, dimana selama menjalani proses otopsi tidak ada tanda-tanda traumatis ekternal.

“Tiba tengah malam, langsung diurus dan dikebumikan di TPU desa setempat. Jenazah diantarkan menggunakan mobil ambulans petugas KBRI Jakarta, pemulangan dari Dakar pada 5 September dan tiba di Indonesia 9 September sampai kerumah duka,” terangnya.

Diungkapkan Heryanto, kematian nelayan pelaut menjadi ABK kapal layar yang sedang bekerja di Taiwan di Kecamatan Cantigi yang pertama kali. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait terutama pihak kecamatan agar mengadakan penyuluhan tetang ketenagakerjaan. (oni)

News Feed