oleh

Asosiasi Lebe Kecamatan Sliyeg Gencar Sosialisasi Pentingnya Buku Nikah

-Headline-438 views

INDRAMAYU- Masih banyaknya masyarakat yang tidak memiliki buku nikah atau hilang, Asosiasi Lebe se-Kecamatan Sliyeg siap gencar sosialisasikan pentingnya memiliki buku nikah. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Lebe se-Kecamatan Sliyeg, Rodi Hartono, pada awak media, Jumat (6/9).

Dikatakan Rodi permasalahan kepengurusan data kependudukan seperti pembuatan kartu keluarga, KTP, dan akte kelahiran, sangat membutuhkan buku nikah sebagai salah satu persyaratannya. Namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang masih menganggap kepemilikan buku nikah bukan hal yang penting.

“Perlu diketahui buku nikah bukan hanya sebagai bukti sah suatu pernikahan yang tercatat pada pemerintah, tapi menjadi satu syarat untuk mengurus data kependudukan lainnya,” kata Rodi.

Melihat hal itu, Rodi bersama para lebe lainnya, membentuk perkumpulan lebe se-Kecamatan Sliyeg pada tahun 2018. Yang kegiatannya selain memfasilitasi pendaftaran pernikahan warganya ke KUA, para lebe bekerja sama dengan kuwu gencar melakukan sosialisasi manfaat memiliki buku nikah.

Rodi mengungkapkan terbentuknya Asosiasi Lebe se-Kecamatan Sliyeg (ALS), merupakan komitmen para lebe sebagai pamong desa, peduli akan masyarakat desa, sudah lama menikah namun belum memiliki buku nikah ataupun kehilangan buku nikah.

“Mungkin karena dulunya menikah sah menurut agama saja, sehingga tidak memiliki buku nikah, sehingga nikahnya tidak terdaftar di pemerintah. Ada juga yang hilang, namanya juga orang desa permasalahan itu  ada,” bebernya.

Masih dikatakan Rodi terbentuknya ALS menjadi wadah bagi para lebe untuk saling bertukar pikiran mengatasi permasalahan tersebut. Dengan mengadakan berbagai kegiatan, agar masyarakat yang tidak memiliki buku nikah, bisa memiliki buku nikah. Karena kaitannya dengan masa depan anak-anak saat akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Untuk melanjutkan pendidikan anak sajakan syaratnya harus punya akte kelahiran, sedangkan membuat akte syaratnya punya buku nikah. Belum lama inikan kita adakan isbat nikah masal bagi warga yang sudah nikah, tetapi tidak punya buku nikah,” terangnya.

Terpisah, Nurcaman sebagai tokoh pemuda Kecamatan Sliyeg mengungkapkan Asosiasi Lebe se-Kecamatan Sliyeg yang dimotori para lebe di Kecamatan Sliyeg sangat menguntungkan masyarakat yang sejak pernikahan tidak memiliki buku nikah.

Selain itu, menurut dia kegiatan ALS yang gencar menyosialisasikan kegunaan buku nikah, secara langsung membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Menyadarkan masyadakat akan sangat pentingnya buku nikah sebagai syarat utama mengurus berbagai data kependudukan.

“Sangat mengedukasi masyarakat yang sebelumnya tidak tahu manfaat dan kegunaan buku nikah, sekarang tahu. Jelas saya sangat mendukung sekali adanya ALS dan kegiatan yang dilakukan mereka,” tuturnya. (oni)

 

News Feed