oleh

Peternak Milenial Dibekali dengan Keterampilan Pembuatan SOC dan POC

-Headline-545 views

INDRAMAYU- Untuk meningkatkan kapasitas peternak lebih modern dan kreatif, BPP Bangodua bekali peternak milenial dengan keterampilan pembuatan konsentrat fermentasi, suplemen organik cair (SOC), pupuk organik cair (POC) dan decomposer, Kamis (5/9).

Bertempat di Sekretariat Kelompok Ternak Jumbonak, Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua, sedikitnya 20 peternak milenial di bekali keterampilan mengolah limbah agribisnis (peternakan dan pertanian) dapat dimanfaatkan menjadi sumber pengembangan ternak.

Koordinator BPP Bangodua Hj Tarminah SP mengatakan, pelatihan keterampilan pengolahan pakan konsentrat fermentasi, dan suplemen organik cair, bagi peternak muda di Kecamatan Bangodua merupakan implementasi dari dari Perbup Nomer 12 tahun 2019 tentang pengembangan peternakan dan pelatihan  pakan ternak fermentasi, yang sebelumnya sudah disosialisasikan.

“Ada empat materi pelatihan, pembuatan decomposer, pakan atau konsentrat fermentasi, pupuk organik cair, dan suplemen organik cair secara bertahap,” ucap Tarminah.

Menurutnya, limbah agribisnis di Indramayu masih belum diolah secara maksimal. Padahal dikatakan, Tarminah dari limbah agribisnis bisa diolah menjadi pakan ternak yang kaya akan nutrisi. Selain itu, lanjutnya, memiliki manfaat apabila dijadikan pakan ternak, seperti suplemen organik cair yang dapat meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit, mengurangi angka kematian hewan ternak, memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak, mempercepat pertumbuhan hewan ternak, dan meningkatkan produksi.

“Sedangkan kotorannya kan bisa dibuat pupuk organik cair sebagai stater penyubur tanah,” tukasnya.

Pelatihan ini, lanjutnya, memberikan wawasan kepada masyarakat semua bahan dalam peternakan dan pertanian bisa terus diolah sebagai sumber pakan ataupun penyubur tanah pertanian.

Terpisah, Ketua Kelompok Ternak Jumbonak, Yayat Ruchyat mengungkapkan, pelatihan keterampilan mengolah limbah hasil pertanian dan peternakan, membantu perkembangan kelompok ternak yang dipimpinnya.

Di sisi lain, lanjut Yayat, menambah pengetahuan anggotanya bahwa bahan-bahan sisa pertanian seperti jerami dan sekam dapat diolah menjadi pakan ternak berupa konsentrat fermentasi.

“Selama ini, peternak kita adalah peternak konvensional saja, sumber pakan hanya rumput saja. Padahal jerami, sekam, sampai batang pisang bisa diolah sebagai pakan fermentasi,” ujarnya.

Keterampilan pembuatan pakan konsentrat fermentasi, dinilainya sangat tepat, melihat perkembangan sektor peternakan di Kabupaten Indramayu mulai berkembang. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan bagi peternak muda, dapat diaplikasikan sebagai langkah pengembangan hewan ternak sehingga peternak tidak gagap teknologi.

“Jangan sampai peternak kita hanya sebatas secara tradisional, cari pakan habis cari pakan lagi, tetapi bisa membuat pakan sendiri yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan tapi kaya akan nutrisi dan konsentrat,” ujarnya. (oni)

News Feed