oleh

UPTD Libatkan Petani dalam Temu Teknis

-Headline-484 views

INDRAMAYU-UPTD Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Haurgeulis menggelar temu teknis, Rabu (4/9). Melibatkan puluhan petani dari Poktan, Gapoktan dan pemilik kios sarana produksi pertanian (saprotan), temu teknis membahas upaya peningkatan produksi pangan menghadapi musim tanam rendeng 2019/2020.

Dalam acara yang dipandu kepala UPTD Pertanian Kecamatan Haurgeulis, Hadi Joko Pramono SE, Koordinator PPL Momo Rusmana SPKP, Sekretaris Camat Drs Rakhmat dan Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf Nakromin, mereka sepakat melakukan inovasi untuk mewujudkannya.

“Kita berdiskusi membahas berbagai inovasi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan menghadapi MT rendeng nanti. Karena selama ini masih banyak petani yang belum mau menerapkannya sehingga inovasi maupun teknologi pertanian belum diimplementasikan secara optimal. Seperti penerapan jajar legowo dan pertanian organik,” terang Koordinator PPL Momo Rusmana.

Senada disampaikan Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Haurgeulis, Hadi Joko Pramono SE. Temu teknis ini merupakan wahana yang tepat dalam rangka mensosialisasikan kebijakan penyuluhan pertanian.

Sejauh ini, kata Hadi, penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang sukses dilakukan adalah penerapan Intensitas Pertanaman 300 (IP 300) di Desa Wanakaya dan Tumaritis. “Penerapan IP 300 lebih menguntungkan karena petani dapat melakukan penanaman dan panen tiga kali setahun,” ungkapnya.

Hal tersebut, sebut Hadi, berbeda dengan pola sebelumnya yang menerapkan IP 100 atau IP 200 yang hanya melakukan sekali atau dua kali tanam dalam setahun.

“IP 300 ini sudah mulai ditanam sejak awal bulan Agustus, pasca panen musim gadu kemarin langsung tanam padi lagi untuk yang ketiga kalinya,” katanya.

Dijelaskan Hadi, suksesnya penerapan IP 300 tidak lepas dukungan dari Kementerian Pertanian RI yang membantu pengadaan benih padi bersertifikat serta bantuan unit mesin pompa dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.

Sehingga, petani tidak kesulitan mendapatkan pasokan air yang disedot dari Sungai Cipunegara. Dinas Pertanian hingga kini terus berupaya untuk meningkatkan intensitas pertanaman dari sebelumnya hanya satu atau dua kali dalam setahun, kini menjadi tiga kali.

Sementara untuk meningkatkan produktivitas, petani diberikan pelatihan mengenai metode jarak tanam yang tepat, pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta benih bersertifikat. (kho)

News Feed