2 Rumah Warga Rusak Parah, Tanah Tanggul Cimanuk Terus Alami Pergeseran

oleh -46 views
ROBOH: Bagian rumah warga yang dekat tanggul Cimanuk di Blok Rengaspayung Desa Kertasemaya terlihat ambruk akibat pergerakan tanah dari arah tanggul, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Dua rumah warga tidak jauh dari Sungai Cimanuk di Blok Rengaspayung Desa Kertasemaya rusak parah. Kerusakan rumah akibat amblesnya tanggul Sungai Ciamnuk.  Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, saat perbaikan tanggul Cimanuk tahun 2020 pemilik rumah pernah mendapat ganti rugi akibat rumahnya rusak akibat tanggul yang ambles. 

Namun, setelah diperbaiki, kini kondisi bagian samping rumah yang dijadikan dapur dan kamar mandi, ambruk sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Pemilik rumah, Entin mengatakan, kerusakan rumahnya akibat tanggul yang ambles terjadi sekitar pada bulan puasa sekitar April. “Tanggul kembali ambles sehingga merusak samping bangunan baru dapur rumah, pada bulan Ramadan,” ujarnya.

Kerusakan bangunan, lanjut Entin terus merambat ke bagian depan rumahnya sampai merusak pondasi dan toren yang terpasang di halaman depan rumah yang digunakan untuk menampung air.

“Waktu tanggul ambles pertama, warga yang rumahnya rusak dapat bantuan dana untuk perbaiki rumah. Saya dapat karena bangunan dapur rumah ambruk, dan sudah diperbaiki. Tapi sejak sungai banjir besar pada empat bulan yang lalu, tanggul mulai ambles dan geser lagi sehingga merusak bangunan rumah yang baru dibangun,” ucapnya kepada Radar Indramayu, Rabu (9/6).

Dikatakan Entin, kerusakan yang disebabkan tanggul ambles semakin meluas hingga mengikis pondasi teras rumah bagian depan. Bahkan, dirinya harus menggunakan teras rumah untuk memasak dan berjualan. “Kami masih menempati bangunan rumah karena tidak memiliki lahan lagi untuk ditempati,” aku Entin.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Abdul Muin mengatakan, pihaknya sangat berharap kepada pihak-pihak terkait kembali melakukan perbaikan secara total, karena kondisi tanggul terus ambles sehingga merusak bangunan rumah warga. “Tembok tebing yang dibangun ikut bergeser lebih dari 1 meter dari bangunan semula,” ujar Abdul Muin.

Dikatakan Abdul Muin, rumahnya juga mengalami kerusakan, dimana bagian kamar mandi sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi. “Sekarang warga khususnya saya yang lokasi dekat tanggul sangat waswas karena kerusakan tanggul suah berimbas ke pondasi rumah warga,” katanya.

Menurutnya, amblesnya tanggul tidak saja merusak dua rumah, namun juga merusak saluran pembuangan air limbah, sehingga saluran tersebut tidak berfungsi, dan menimbulkan genangan air di salah satu saluran di tanggul yang ambles.

“Sebelum Lebaran pernah ditinjau pihak konsultan dan BBWS, tapi cuma ninjau saja. Warga berharap bisa segera diperbaiki. Jika harus relokasi, saya siap saja,” tandasnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.