2 Ribu Hektare Daratan Ujunggebang Tergerus Abrasi, Bupati Nina dan Dewa Langsung Turun

oleh -139 views

INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Hj, Nina Agustina, kembali meninjau pesisir pantai Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra. Kali ini Nina mengajak anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Dedi Wahidi, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, untuk melihat bangunan penahan ombak (break water) yang kondisinya rusak.

Abrasi pantai di ujung barat Kabupaten Indramayu itu masif menggerus tanah daratan. Selain pemukiman penduduk, abrasi juga menghilangkan ribuan hektar areal persawahan produktif. Sementara breakwater yang ada di pantai tersebut kini kondisinya sudah rusak.

Bupati Nina, mengatakan, daratan Desa Ujunggebang harus diselamatkan. Sebagai upaya untuk menyelamatkan abrasi yang terus menerus mengikis daratan, Pemkab Indramayu, melakukan koordinasi dengan BBWS Citarum dan Komisi V DPR RI.

” Karena ini kewenangan Ditjen PSDA dalam hal ini BBBWS. Kita upayakan perbaikan tanggul penahan ombak (break water red) dulu. Hampir sebagian tanggul yang sudah ada di Ujunggebang ini, kini kondisinya rusak. Tentunya kita berharap daratan pantai yang belum ada break waternya, juga dibangun,” ujarnya, saat meninjau pantai Ujunggebang, Sabtu (18/9).

Untuk mendorong penanganan abrasi, lanjut Nina, Pemkab Indramayu, berkoordinasi, sekaligus meminta bantuan kepada Komisi V DPR RI, dalam hal ini H. Dedi Wahaidi yang merupakan anggota di komisi yang membidangi infrastruktur tersebut dari dapil Jabar 8.

Sebelumnya, dua pekan kemarin Bupati Nina, meninjau pantai Ujunggebang. Melihat kondisi daratan Ujunggebang, yang secara perlahan hilang akibat tergerus abrasi, Bupati Nina, kemudian menindak lanjutinya.

Sementara Kuwu Ujunggebang, Dedi Gunawan, mengatakan, akibat abrasi ratusan Kepala Keluarga telah kehilangan tempat tinggalnya. Warga terpaksa pindah dan membangun rumah yang letaknya jauh dari pantai. Tidak hanya tempat tinggal, banyak petani juga kelihangan lahan sawahnya. Menurut Dedi, selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir sekitar 2.000 hektare tanah daratan hilang terkena abrasi. Dari luas tersebut, diantaranya areal persawahan dengan luas sekitar 900 hektare.

” Dulu ada yang namanya Dusun Ujunggebang ditengah laut sana. Namun, karena terkena abrasi, dusun tersebut hilang. Balai Desa juga ada disana,” ujarnya

Lebih lanjut Dedi mengatakan, upaya penanggulangan abrasi memang sudah dilakukan, yakni membangun tanggul penahan ombak (break water). Namun, baru hanya sebagian yang sudah dibangun, dan kini kondisinya rusak. Ia berharap, break water yang rusak bisa segera diperbaiki, sekaligus membangun break water yang belum ada.

” Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pak H. Dedi Wahidi, memberikan perhatian kepada desa kami,” imbuhnya, didampingi Camat Sukra, H. Achmad Mansyur. (Kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.