103 Madrasah Terdampak Banjir Terima Bantuan

oleh -54 views
SALURKAN BANTUAN: Ketua DPC FKDT Indramayu Asfuri SAg MPd menyalurkan bantuan kepada guru madrasah korban banjir. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Sebanyak 103 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Bumi Wiralodra turut terdampak bencana banjir. Tersebar di 16 kecamatan. Terbanyak di wilayah Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Haurgeulis, Sindang dan Sukagumiwang.

DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu bergerak cepat. Sejak banjir melanda, bantuan berupa bahan makanan didistribusikan kepada guru maupun pengelola MDTA yang menjadi korban banjir.

Selain dari DPC, bantuan sebanyak 100 paket sembako juga disalurkan oleh DPP dan DPW FKDT Provinsi Jabar. “Sudah, sedang dan akan terus disalurkan bantuan ini kepada madrasah terdampak banjir,” kata Ketua DPC FKDT Indramayu, Usfuri SAg MPd kepada Radar, Kamis (18/2).

Selain menyerahkan bantuan, pihaknya juga melakukan peninjauan lokasi. Dari pantauannya, masih terdapat sejumlah MDTA yang tergenang air. Banyak fasilitas madrasah mengalami kerusakan. Meja kursi, ATK, buku pelajaran Alquran hingga Iqra terendam banjir yang datang tiba-tiba.

Belum bisa dibersihkan. Karena para guru MDTA masih berkutat membersihkan rumahnya masing-masing. Mereka sebelumnya ikut dievakuasi dan mengungsi ke posko-posko pengungsian.

“Untungnya saat banjir melanda, madrasah dalam keadaan kosong. Murid belajar daring. Sejak masa pandemi Covid-19,” katanya.

Di tengah keprihatinan, Usfuri mengaku salut kepada para guru MDTA yang terkena banjir, tetapi mereka tetap semangat menjalankan tugasnya mengajar. Beberapa guru bahkan mengajar dari lokasi pengungsian.

“Komitmen dan tanggung jawab guru MDTA sangat tinggi, mereka yang terdampak banjir tetap semangat untuk melaksanakan KBM daring, walau kondisi banjir,” ungkapnya.

Kepada para guru dan pengelola madrasah, Asfuri meminta untuk tabah dan bersabar. Jika kondisi telah pulih, diharapkan untuk melakukan perbaikan fasilitas belajar di MDTA masing-masing.

Membersihkan ruang kelas, ruang guru dan seluruh lingkungan di madrasah. Agar tidak menjadi sarang penyakit karena adanya tumpukan sampah yang dibawa air saat banjir. “Tetap jaga kesehatan. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan bermanfaat,” tandasnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *